Home | Profile | Map | Contact

Profil
· Profil Panti
· Visi dan Misi
· Data Utama
· 

Menu Utama
· Depan
· Akun Anda
· Arsip Berita
· Downloads
· Gallery
· Kirim Berita
· Kontak
· Search
· Top 10
· Topics
· Web Links

Pencarian




Profil

Profil Panti
Panti Sosial Bina Daksa Budi Perkasa Palembang



A.    LATAR BELAKANG DAN SEJARAH BERDIRINYA PANTI SOSIAL BINA DAKSA “BUDI PERKASA” PALEMBANG

Sejarah berdirinya Panti Sosial Bina Daksa “Budi Perkasa” Palembang diawali dengan timbulnya gagasan mendirikan cabang Rehabiliotasi Centrum (RC) Solo di daerah-daerah sudah dimulai dari tahun 1957 hal ini untuk menampung hasrat yang diinginkan oleh daerah-daerah. Untuk itu Dewan Menteri dalam rapat yang  ke-40 menunjuk panitia Ad Hoc yang diberi tugas mempelajari kemungkinan didirikannya Lembaga Rehabilitasi Penderita   Cacat ( LRPCT) di daerah –daerah yang dipandang cocok dan perlu.
Panitia Ad Hoc tersebut terdiri dari Menteri Sosial RI, Menteri Kesehatan dan Menteri Urusan Veteran. Pada tahun 1958 rapat panitia ke-2 menyetujui rancangan pekerjaan rehabilitasi di Indonesia yang disusun oleh Prof. Dr. Soeharso dan memutuskan bahwa pendirian cabang Lembaga Rehabilitasi Penderita Cacat Tubuh (LRPCT) di daerah-darah akan diusahakan oleh pemerintah, sehingga diterbitkan surat keputusan Menteri Sosial RI Nomor 10-14-11/298 tanggal 15 Agustus 1959 tentang Pendirian Cabang RC di daerah – darah yang diberikan nama LRPCT.
Dalam rangka masa persiapan berdirinya LRPCT cabang Palembang dikirimlah sebanyak 6 orang tenaga dari Palembang ke RC Solo untuk mengikuti latihan tenaga pekerja rehabilitasi selama 18 bulan. Mereka ini dimaksudkan untuk dijadikan tenaga staf di RC tyang akan didirikan. Kursus dimulai pada tahun 1961 dan berakhir tahun 1962. Kepala Perwakilan Departemen Sosial Propinsi Sumateara Selatan ditunjuk sebagai Pelaksan dan bertanggung jawab untuk mengadakan usaha-usaha persiapan mendirkan LRPCT Palembang melalui SK Menteri Sosial RI Nomor 2-1-4/1207 tanggal 3 juli 1961.
Langkah pertama dicarilah tanah yang akan dijadikan lokasi LRPCT tersebut dan  pada tahun 1963 diperoleh tanah seluas ± 5 Ha dipinggiran kota Palembang. Untuk memberikan pengertian rehabilitasi kepada masyarakat maka perwakilan Departemen Sosial propinsi Sumatera Selatan melakukan upaya-upaya berupa pameran-pameran, ceramah-ceramah disetiap kabupaten bersama-sama dengan petugas Rehabilitasi Centrum (RC) Solo.
Pada tahun 1963 Dinas Sosial Tk. I propinsi Sumatera Selatan meninjaukan sebuah gedung yang terletak dikompleks Panti Asuhan Sriwijaya dengan perlengkapan serta peralatan seadanya untuk dijadikan asrama sumatera. Waktu itu LRPCT cabang Palembang baru berfungsi sebagai tempat penampungan dan persinggahan penderita cacat sebelum dikirim ke Solo. Segala sesuatu yang berkaitan dengan LRPCT cabang Palembang diurus menurut kebijaksanaan dan perwakilan Departemen Sosial Propinsi Sumatera Selatan, demikian juga mengenai kepegawaianya, sedangkan anggaran belanjanya dibebankan kepada anggaran pembangunan pusat.
Setelah tahun 1971 LRPCT cabang Palembang tidak lagi berfungsi sebagai tempat penampungan dan persinggahan dibawah RC Solo, melainkan secara administrasi berada dibawa Sekretaris Jenderal dan secara teknis operasional berada dibawah Direktur Jenderal Kesejahteraan Anak, Keluarga dan Masyarakat (KAKM).
Pada tanggal 19 Desember 1972 Inspektur Jenderal Departemen Sosial RI Bapak Ibnu Hartono meresmikan LRPCT cabang Palembang, selanjutnya dengan SK Menteri Soial RI No : 10/1973 bahwa LRPCT cabang Palembang berdiri sendiri dan secara administratif dibawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi dan Pelayanan Sosial. Berdasarkan hasil pertemuan LRPCT seluruh Indonesia pada bulan September 1977 di Solo ditetapkanlah wilayah kerja LRPCT cabang Palembang meliputi Propinsi sesumatera dan propinsi Kalimantan Barat. Kemudian dengan diterbitkannya SK Menteri Sosial RI No 41/HUK/KEP/XI/1979 tanggal   1   November  1979  LRPCT  cabang  Palembang  berubah  status menjadi Panti Rehabilitasi Penderita Cacat Tubuh (PRPCT) Palembang sebagai Unit Pelaksana Teknis dibawah Kantor Wilayah Departemen Sosial propinsi Sumatera Selatan. Selanjutnya pada tanggal 26 April 1994 dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Dirjen BINREHSOS Nomor : 06/KEP/BRS/IV/1994 PRPCT Palembang berubah nama menjadi Panti Sosial Bina Daksa “Budi Perkasa” Palembang.


B.    KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FUNGSI

1.    Kedudukan da Tugas Pokok

Panti Sosial Bina Daksa “Budi Perkasa” Palembang adalah Unit Pelaksana Teknis dibidang Rehabilitasi Sosial Bina Daksa yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Departemen Sosial RI dengan tugas pokok melaksanakan Pembina fisik, mental, sosial, pelatihan keterampilan dan resosialisasi serta pembinaan lanjutan bagi penyandang cacat tubuh agar mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat.

2.    Fungsi
a.    Pelaksanaan penyusunan rencana dan program serta evaluasi dan penyusunan laporan.
b.    Pelaksanaan regestrasi, observasi, identifikasi, penyelenggara asrama dan pemeliharaan  serta penetapan diagnosa sosial kecacatan.
c.    Pelaksanaan bimbingan sosial, mental, keterampilan dan fisik.
d.    Pelaksanaan resosialisasi, penyaluran dan bimbingan lanjut.
e.    Pemberian informasi dan advokasi.
f.    Pengkajian dan pengembangan standar pelayanan dan rehabilitasi sosial.
g.    Pengelolaan urusan tata usaha.

II.    IDENTITAS PANTI

a.    Nama Panti :
Panti Sosial Bina Daksa "Budi Perkasa" Palembang.

b.    Sasaran Garapan :
Penyandang Cacat Tubuh karena Amputasi, Cerebral Palsy, polio, paraplegia, hemaplegia, salah bentuk dan lain-lain.

c.    Kapasitas tampung :
120 orang kelayan

d.    Luas Tanah dan Bangunan :
Luas tanah 47.230 M2 bersertifikat No. 27 tanggal 16 Pebruari 1976 milik Departemen Sosial RI dan luas bangunan 9002  M2.

e.    Wilayah Kegiatan :
Propinsi Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Kepulauan Riau dan Kepulauan Bangka Belitung.









[ Kembali ]